Sorowako, 29 September 2025 –
Momentum Wisuda XXXII Politeknik Sorowako bukan sekadar perayaan kelulusan, melainkan tonggak sejarah lahirnya generasi baru yang siap menjadi garda depan inovasi teknologi terapan di era digital. Acara ini dibuka langsung oleh Direktur Politeknik Sorowako, Bapak Harjuma, S.S.T., M.T., dan dipandu oleh moderator dari salah satu dosen Politeknik Sorowako yang saat ini sedang menjalani kuliah S3, Bapak Ahyar Mansur, S.T., M.T.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Ir. Indar Chaerah Gunadin, ST., MT., IPM menekankan bahwa inovasi bukanlah bakat bawaan, melainkan kemampuan yang bisa dilatih dan ditumbuhkan melalui rasa ingin tahu, keberanian mencoba, serta kemauan untuk belajar sepanjang hayat.
Dengan kolaborasi erat bersama dunia usaha dan industri (DUDI), lulusan vokasi mampu menjembatani kesenjangan keterampilan sekaligus mempercepat lahirnya inovasi nyata—mulai dari energi terbarukan, smart farming, hingga manufaktur berbasis teknologi 3D printing.
“Fakta menunjukkan, 92% pekerjaan saat ini membutuhkan keterampilan digital, sementara satu dari tiga pekerja belum memilikinya,” ungkap Prof. Indar. Karena itu, mahasiswa Politeknik Sorowako ditantang untuk menjadi pelopor penguasaan teknologi terapan seperti IoT, AI, big data, dan robotik.
Prof. Indar menegaskan pentingnya pendidikan vokasi sebagai pintu gerbang menuju kemandirian bangsa dalam teknologi. “Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna, tetapi juga harus menjadi pencipta inovasi terapan,” tegasnya. Politeknik Sorowako diharapkan menjadi pusat lahirnya lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang sesuai kebutuhan industri.
Dalam orasinya, Prof. Indar juga menyinggung Predictive Maintenance sebagai contoh penerapan inovasi teknologi di dunia industri, khususnya di tambang nikel Sorowako. Teknologi ini memanfaatkan sensor dan kecerdasan buatan untuk mendeteksi potensi kerusakan mesin sebelum terjadi, sehingga meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja. “Di masa depan, kalian bisa menjadi garda depan penerapan teknologi seperti ini, bukan hanya di Sorowako, tapi juga di kancah global,” pesannya.
Pada kesempatan ini juga para mahasiswa, calon wisudawan serta para dosen dan instruktur diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan langsung dijawab dengan bijak oleh Prof. Indar.
Menutup orasinya, Prof. Indar menitipkan pesan penting bagi seluruh wisudawan: bangunlah diri dengan tiga kekuatan utama, yaitu Kreativitas dan Inovasi, Iman dan Taqwa, serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Ketiganya akan menjadi bekal yang tak ternilai dalam menghadapi dunia kerja sekaligus dalam berkarya untuk bangsa.
Wisuda XXXII Politeknik Sorowako bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk menorehkan jejak kontribusi nyata. Dengan keberanian berinovasi dan ketekunan mengasah keterampilan digital, para lulusan diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, menjadi pencipta solusi, dan membuktikan bahwa dari Sorowako, lahir generasi inovator untuk Indonesia dan dunia.
